Sebagai negara tropis, Indonesia memiliki 2 musim: yaitu musim kemarau dan musim hujan. Saat musim hujan tiba, salah satu permasalahan klasik yang hingga saat ini belum sepenuhnya terpecahkan adalah masalah banjir. Banjir terjadi ketika air dari sungai meluap ke dataran kering dan merendam rumah-rumah penduduk. Beberapa banjir memang memiliki skala fatalitas yang sangat rendah. Namun, ada kalanya banjir dapat mengakibatkan kerugian material yang cukup besar hingga terenggutnya nyawa. Banjir memang tidak boleh dianggap remeh. Berikut adalah tips menghadapi banjir yang sangat penting untuk Anda ketahui.

Jangan Berenang

Saat banjir melanda, banyak orang yang memutuskan untuk berenang hingga sampai ke dataran yang lebih kering. Bahkan, di beberapa daerah, anak-anak justru berenang saat banjir dengan riang. Padahal, air banjir bukan berasal dari sumber air yang jernih dan bebas dari kontaminan. Terutama di perkotaan, air banjir berasal dari sungai dan got yang sudah terkontaminasi oleh berbagai macam penyakit. Sehingga, Anda akan beresiko mengalami masalah kulit gatal-gatal maupun sakit pencernaan jika air banjir tersebut sampai masuk ke dalam saluran pencernaan. 

Oleh karena itu, jangan nekat untuk berenang saat banjir tiba. Lebih baik menunggu hingga satgas penyelamat datang menghampiri dan menjemput Anda sekeluarga. Jikapun terpaksa harus berenang, segera bersihkan diri Anda dengan sabun mandi dan bilas dengan air hangat untuk membasmi bakteri dan kuman yang menempel di tubuh.  

Hindari Menyeberang di Jembatan

Saat daerah Anda dilanda banjir bandang, sebaiknya hindari struktur jembatan, baik itu jembatan kayu maupun jembatan batu. Apalagi, jika jembatan tersebut membentang di atas sungai yang bergolak. Jangan lupa membawa kendaraan saat menyeberang jembatan tersebut. Tidak ada jaminan bahwa jembatan tersebut mampu menahan amukan air. Banyak peristiwa orang-orang yang terhanyut jauh saat banjir akibat jembatan yang mereka seberangi tiba-tiba runtuh. 

Patuhi Himbauan untuk Mengungsi

Penyebab utama jatuhnya korban jiwa saat banjir tiba seringkali bukan datang dari keterlambatan pemerintah setempat. Ada kalanya penduduk sendiri yang tidak menanggapi himbauan untuk mengungsi. Pasalnya, mereka berpikir bahwa banjir yang melanda tidak akan bertambah parah. Perlu diingat bahwa pemerintah setempat sudah pasti sudah berkoordinasi dengan pihak BMKG dalam memprediksi tingkat kefatalan banjir. Oleh karena itu, ada baiknya untuk mematuhi himbauan pemerintah untuk mengungsi daripada menunggu gelombang banjir yang benar-benar parah. Jangan lupa untuk membawa barang-barang penting, seperti surat rumah, obat P3K dan makanan darurat.

Ketahui Lokasi Pusat Bantuan Bencana Terdekat

Dengan semakin majunya arus informasi digital, Anda tidak akan mengalami kesulitan dalam menemukan pusat bantuan bencana di wilayah terdekat. Hal ini sangatlah penting, sehingga Anda dapat menemukan lokasi tempat pendistribusian barang-barang bantuan. Anda pun jadi lebih tahu rute terbaik dan cara tercepat untuk menjangkau pusat bantuan tersebut.

Ikuti Jalur Evakuasi

Sebelum mengungsikan penduduknya, pemerintah daerah sudah pasti sudah mempersiapkan rute evakuasi yang aman. Ikuti jalur yang sudah dipersiapkan oleh petugas tersebut. Hindari mengikuti rute yang Anda buat sendiri. Karena, tidak ada jaminan rute tersebut aman dari amukan banjir.

Siapkan Kebutuhan Esensial

Bahkan sebelum ada bencana banjir, tidak ada salahnya untuk stok berbagai kebutuhan darurat. Pastikan Anda memiliki stok produk-produk untuk meningkatkan daya tahan tubuh dan obat untuk meredakan sakit perut atau gigitan serangga. Manfaatkan promo Health Care dari Alfamart untuk mengisi stok produk-produk kesehatan di rumah Anda. Selama bulan November 2020 ini, Alfamart menawarkan diskon yang mencapai hingga 35% untuk pembelian aneka produk kesehatan dan kebersihan.

Demikianlah beberapa tips menghadapi banjir yang penting untuk diketahui. Jangan lupa, selalu jaga kebersihan lingkungan dengan membuang sampah di tempatnya untuk meminimalisir terjadinya banjir.   

Comment here